MATERI 7 : STEGANOGRAFI

 Nama    : Muhammad Istigfahri Wafit

NIM      : 201831078

Kelas    : A

Matkul : Keamanan Sistem Komputer

 

  1. Perkuliahan7 (26 Oktober 2020),
  2. Matakuliah: Keamanan Sistem Komputer C31040319

STEGANOGRAFI

    Pada Postingan Blog kemarin, kita telah membahas mengenai apa yang dimaksud dengan Kriptografi beserta Sejarah nya. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai Steganografi beserta sejarah dan detailnya, dan perbandingannya dengan Kriptografi kemarin. Happy Reading!

Pengertian

    Steganografi atau Steganography adalah sebuah ilmu, teknik atau seni menyembunyikan sebuah pesan rahasia dengan suatu cara sehingga pesan tersebut hanya akan diketahui oleh si pengirim dan si penerima pesan rahasia tersebut. Steganografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu Stegano yang berarti “tersembunyi atau menyembunyikan” dan graphy yang berarti “Tulisan, jadi Steganografi adalah tulisan atau pesan yang disembunyikan. Steganografi kebalikannya kriptografi yang menyamarkan arti dari sebuah pesan rahasia saja, tetapi tidak menyembunyikan bahwa ada sebuah pesan. Kelebihan Steganografi dibandingkan dengan Kriptografi adalah pesan-pesannya akan dibuat tidak menarik perhatian dan tidak menimbulkan kecurigaan, berbeda dengan Kriptografi yang pesannya tidak disembunyikan, walaupun pesannya sulit untuk di pecahkan akan tetapi itu akan menimbulkan kecurigaan pesan tersebut.

Sejarah

    Dalam buku Histories of Herodatus Steganografi dengan media kepala budah (dikisahkan oleh Herodatus, penguasa Yunani di tahun 440 BC. Yaitu dengan cara kepala budak dibotaki, ditulisi pesan, rambut budak dibiarkan tumbuh, budak dikirim. Ditempat penerima kepala budak digunduli supaya pesan dapat terbaca.
    Pada bangsa Romawi dilakukan dengan menggunakan tinta tak-tampak (invisible ink) untuk menuliskan pesan. Tinta tersebut dibuat dari campuran sari buah, susu, dan cuka. Jika tinta digunakan untuk menulis maka tulisannya tidak tampak. Tulisan di atas kertas dapat dibaca dengan cara memanaskan kertas tersebut.
    Zaman Modernisasi, steganografi mulai dikenal setelah peristiwa pengeboman Gedung WTC pada tanggal 11 September 2001 di Amerika Serikat yang pada saat itu para teroris menyembunyikan pesan kegiatan terror mereka dalam berbagai media yang dapat dijadikan tempat sebagai penyimpan atau menyembunyikan file.

Perbandingan Kriptografi dan Steganografi

    Dilihat dari 3 Segi pandangan, maka perbedaan dari keduanya antara lain:

1. Dilihat dari segi visibilitas pesan 

    Kriptografi umumnya akan mengolah data dengan bentuk yang berbeda dari aslinya agar tidak mudah dipahami yang dapat dikembalikan seperti semula. Sedangkan Steganografi tidak mengubah pesan tersebut namun disembunyikan pada suatu medium agar pesan tersebut tidak terlihat.

2. Dilihat dari segi keuntungan 

    Kriptografi yang mengirimkan pesan tersembunyi dengan cara mengubah data umumnya akan terasa menarik untuk dipecahkan dalam kasusnya. Sedangkan Steganografi pesan tersembunyi yang dikirimkan terlihat seperti bentuk aslinya yang tidak menarik sehingga tidak terlalu menimbulkan kecurigaan.

3. Dilihat dari segi pengertian atau pemahaman 

    Kriptografi merupakan suatu pesan tersembunyi namun dikarenakan bentuk penyamaran pesan namun dalam bentuknya itu tidak dapat menyembunyikan bahwa ada pesan rahasia tersembunyi. Sedangkan Steganografi merupakan ilmu teknik menulis suatu pesan tersembunyi yang tidak ada seorang pun mengetahui terkecuali si pengirim dan si penerima saja.

Tujuan

    Tujuan dari steganografi yaitu merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan sebuah sebuah informasi. Kebanyakan pesan disembunyikan dengan cara membuat perubahan kecil terhadap data digital lain yang isinya tidak menarik perhatian, contohnya yaitu gambar yang terlihat tidak akan berbahaya. Perubahan ini bergantung kepada kunci (sama dengan kriptografi) dan pesan untuk yang disembunyikan. Orang yang menerima gambar akan dapat menyimpulkan informasi dengan cara mengganti kunci yang sebenarnya ke dalam algoritma yang digunakan.
    Atau kalau mau singkatnya, Agar Pesan Tidak dibaca.

Pemanfaatan

    Pemanfaatan steganografi dalam keamanan informasi antara lain bertujuan untuk menyamarkan keberadaan data rahasia sehingga sulit dideteksi dan melidungi hak cipta suatu produk. Steganografi dapat dipandang sebagai kelanjutan kriptografi.

    Steganografi pada  komputer banyak  menggunakan format file digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan.
* Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
* Format audio : wav, voc, mp3, dll.
* Format lain : teks file, html, pdf, dll.

Metode

Terdapat 4 Metode Steganografi, diantaranya Algoritma Steganografi Kompresi, Spread Spectrum, Redundant Pattern Encoding, dan Least Significant Bit Insertion.

1. Kompresi 

    Metode Steganografi yang menyembunyikan data dalam fungsi matematika yaitu Discreate Cosine Transformation (DCT) dan Wavelet Transformation yang memiliki fungsi mentranformasi data dari satu domain ke domain lain. Fungsi DCT sendiri yaitu mentranformasi data dari domain spatial ke domain frekuensi.

2. Spread Spectrum 

    Metode Steganografi yang berbentuk pesan acak melalui gambar bukan seperti dalam LSB sehingga untuk membaca suatu pesan diperlukan algoritma cypto-key dan stego-key. Metode ini masih mudah diserang, dihancurkan, dan dirusak dari kompresi dan proses gambar.

3. Redundant Pattern Encoding

    Metode Steganografi yang menggambarkan pesan kecil pada banyak gambar. Keuntungannya dalam menggunakan metode ini adalah dapat bertahan dari kegagalan namun kerugiannya tidak dapat menggambar pesan dengan ukuran yang lebih besar.

4. Least Significant Bit Insertion 

    Metode Steganografi yang digunakan untuk menyembunyikan pesan rahasia pada media digital yang berbeda-beda. Seperti menyisipkan pesan rahasia pada image dengan menyisipkannya pada bit rendah atau yang paling kanan.

    Contohnya, pada berkas image pesan dapat disembunyikan dengan menggunakan cara menyisipkannya pada bit rendah atau bit yang paling kanan (LSB) pada data pixel yang menyusun file tersebut. Pada berkas bitmap 24 bit, setiap pixel (titik) pada gambar tersebut terdiri dari susunan tiga warna merah, hijau dan biru (RGB) yang masing-masing disusun oleh bilangan 8 bit (byte) dari 0 sampai 255 atau dengan format biner 00000000 sampai 11111111. Dengan demikian, pada setiap pixel berkas bitmap 24 bit kita dapat menyisipkan 3 bit data.

Steganosistem Pada Algoritma Steganografi

    Berisi tentang penyerangan-penyerangan yang dilakukan terhadap suatu sistem steganografi, sebuah perbedaan penting harus dibuat di antara penyerangan-penyerangan pasif di mana penyerang hanya dapat memotong data, dan penyerangan-penyerangan aktif di mana penyerang juga dapat memanipulasi data.

Tahapan

Proses Stegosystem umumnya ada tiga tahapan:

- Memiliki sebuah tempat yang digunakan sebagai jalan bagi penyerang untuk masuk ke satu atau lebih tempat akibat penyerangan jenis yang berbeda.
- Jika lingkaran tersebut tidak terpenuhi maka penyerang hanya dapat melakukan penyerangan pasif yaitu penyerang hanya dapat menghalangi data stego.
- Sebaliknya, jika lingkaran terpenuhi maka penyerang dapat melakukan penyerangan aktif yaitu penyerang dapat menghalangi data dan memanipulasi data stego.


Singkatnya:

 - Algoritma untuk mendapatkan kunci 

 - Mengkodekan pesan 

 - Men-decode pesan

Model Penyerangan Pada Stegosystem

- Stego-Only-Attack (Penyerangan hanya Stego).

    Penyerang telah menghalangi stego data dan dapat menganalisisnya Sedangkan,

- Stego-Attack (Penyerangan Stego).

    Pengirim telah menggunakan cover yang sama berulangkali untuk data terselubung. Penyerang memiliki berkas stego yang berasal dari cover file yang sama. Dalam setiap berkas stego tersebut, sebuah pesan berbeda disembunyikan

- Stego-Attack (Penyerangan selubung Stego).

    Penyerang telah menghalangi berkas stego dan mengetahui cover file mana yang digunakan untuk menghasilkan berkas stego ini. Ini menyediakan sebuah keuntungan melalui penyerangan stego-only untuk si penyerang Sedangkan,

- Manipulating the cover data (Memanipulasi data terselubung).

    Penyerang dapat memanipulasi data terselubung dan menghalangi hasil data stego. Ini dapat membuat tugas dalam menentukan apakah data stego berisikan sebuah pesan rahasia lebih mudah bagi si penyerang.


Sekian untuk Postingan Blog kali ini, terimakasih. Semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan Populer